Abstral dalam nyata
Sadar atau Tidak
Memahami Alam Bawah Sadar dan Spiritualitas
Pendahuluan
Sadar atau tidak, seringkali kita terbawa alam bawah sadar, hanya saja jarang sekali orang menyadarinya. Dalam diri kita pun banyak sekali hal-hal yang sifatnya ghaib dan selalu menyertai kita. Namun, karena hal-hal ini tidak terlihat mata, kita sulit untuk memahaminya.
Pembahasan
Sebagai contoh kecil, kita memiliki bayangan hitam saat terkena cahaya. Jika kita melihat sekilas, bayangan hanyalah efek dari cahaya, seperti yang terjadi pada semua benda yang terkena sinar. Namun, jika kita berpikir lebih dalam, kemana bayangan itu pergi saat tidak ada cahaya? Siapakah sejatinya sosok bayangan hitam ini dalam dunia spiritual?
Jika kita kupas lebih dalam, bayangan itu berasal dari cahaya, dan cahaya berasal dari Sang Pencipta. Bayangan hanya muncul saat ada cahaya, yang disebut Nur.
Makna Cahaya dalam Al-Qur'an
"Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."
Surah An-Nuur [24:35]
Kesimpulan
Surah An-Nuur (yang berarti "Cahaya") ayat 35 membahas mengenai cahaya Allah. Ketika Allah memberikan perumpamaan, hal tersebut disesuaikan agar manusia dapat memahaminya. Cahaya Allah jauh lebih besar dari segala sesuatu, tetapi dijelaskan dalam bentuk yang bisa dimengerti oleh manusia dari zaman dahulu hingga masa kini.
Komentar
Posting Komentar